3 Negara Ini Ketatkan Suku Bunga, Ada yang Lebih Dari 100%

Jakarta, CNBC Indonesia –¬†Suku bunga tinggi menjadi bahasan yang kental sepanjang 2023. Hal ini dilakukan untuk mengatasi inflasi yang masih cukup tinggi di berbagai negara di dunia.

Inflasi yang sangat tinggi, baik di negara maju maupun berkembang, telah mendorong siklus kenaikan suku bunga paling agresif dalam beberapa dekade terakhir, yang menyebabkan kondisi keuangan semakin ketat.

Berikut ini merupakan negara-negara di dunia yang mengalami kenaikan suku bunga sepanjang 2023.

Argentina

Dilansir dari Refinitiv, suku bunga acuan di Argentina pada Januari 2023 masih ada di level 75%. Suku bunganya terus menanjak menjadi 100% atau naik sebesar 2500 basis poin (bps). Sedangkan sepanjang 2023, suku bunga Argentina sempat menyentuh titik tertingginya yakni di level 133% pada Oktober dan November.

Gasoline and diesel prices are displayed in a gas station during a gasoline shortage in Buenos Aires, Argentina October 30, 2023. REUTERS/Tomas Cuesta

Langkah kebijakan pengetatan moneter yang agresif diambil bank sentral, seiring dengan kesulitan yang dihadapi pemerintah Argentina dalam mengatasi inflasi. Pada Agustus 2023, inflasi Argentina menembus level 100%, level tertinggi dalam kurun waktu sekitar 30 tahun terakhir.

Merujuk dari Reuters, data inflasi bulan Agustus yang diterbitkan pada Rabu menunjukkan inflasi tahunan mencapai lebih dari 124% (year on year/yoy), dengan tingkat inflasi bulanan sebesar 12,4%, tingkat tertinggi sejak tahun 1991, memperdalam krisis biaya hidup menjelang pemilihan presiden yang dijadwalkan pada bulan Oktober.

Turki

Suku bunga Turki mengalami kenaikan sebesar 3.350 bps hanya dalam kurun waktu 12 bulan. Pada Januari tercatat suku bunga Turki sebesar 9% dan pada Desember menjadi 42,5%. Hal ini menandakan pihaknya bersedia untuk menindaklanjuti komitmen baru untuk meredam inflasi melalui kebijakan moneter.

Langkah tersebut membawa suku bunga Turki ke level tertinggi sejak 2019, dan membawa mata uang Turki ke level terkuat terhadap dolar AS sejak pertengahan Juli.

Bank sentral Turki mengatakan inflasi nasional dipengaruhi oleh permintaan domestik yang kuat, tekanan upah, nilai tukar, inflasi jasa yang terus-menerus, dan peraturan perpajakan.

Rusia

Pada Januari 2023, suku bunga Rusia berada di angka 7,5% sedangkan pada Desember 2023 tercatat suku bunga Rusia mengalami kenaikan menjadi 16% atau naik sebesar 850 bps.

Tekanan inflasi dalam perekonomian Rusia masih tinggi. Inflasi Rusia melesat hingga 17,8% pada April 2022 atau setelah perang Rusia-Ukraina meletus pada Februari 2022. Bank sentral Rusia bahkan langsung mengerek suku bunga dari 9,5% pada 11 Februari 2022 menjadi 20% pada akhir Februari 2022. Suku bunga sempat dipangkas pada pertengahan 2022 tetapi kemudian dikerek lagi pada pertengahan 2023. https://perjuangangila.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*